Lama terabaikan, blog ini mulai terendap dalam kegalauan antara hidup dan mati….

Judulnya lebay banget…. sumpah (^_^)

Dah lama pake banget ni blog ga pernah keurus, dilirik aja ga pernah. Bagai tembok tua yang ditelantarkan oleh hiruk pikuk dunia, blog ini mulai rapuh dan enggan untuk menopang bebannya sendiri.. (tuh mule lagi deh lebaynya).

Enough!! No more bullshit! (tadi lebay sekarang sok english)

Cukup sampai disini saja saya akhiri kegalauan blog super duper WOW ini!
saatnya meluangkan beberapa uang saya (waktu=uang) hanya untuk merawat dan mengasihi blog ini dengan setengah hati saya (setengahnya lagi uda disiapin buat calon pacar saya… mudah2an segera dipertemukan… Aamiin…) —>huuuuuuuuuuu….jomblo ea?

Bersambung . . . . . . .

. . . . . sambungan yang tadi :
Setelah menimbang dan mengukur, memperhatikan dan memelototi, merenung dan tertidur semalaman akhirnya saya putuskan untuk menambah koleksi tulisan saya sebanyak 1 (satu) halaman untuk dijadikan sebagai momentum bangkitnya blog kita tercinta dan terkenal ini dari keterpurukan sekaligus sebagai momentum untuk melakukan tranformasi dari blog “Hell Yeah” menjadi blog “Retroville“.

Retroville terinspirasi dari sebuah film berdedikasi tinggi dalam hal pendidikan yang berjudul “Jimmy Neutron”. sebenarnya dinamakan “Bikini Bottom” juga cocok tapi saya rasa terlalu kuning, berlubang, dan terlalu banyak junk food. Retroville lebih pas karena sesuai juga dengan brand “Oldskool” yang mewakili saya pribadi. ..

Akhir kata saya ucapkan terimaksih kepada para pihak yang mendukung blog ini, para fans, rekan kerja, tim produksi, artis2 sinetron, dan kawan2 saya.  Salam strike dan mancing mania..! eh..salam Retroville!

masih hujan…..

Ujan masih setia neh..🙂

Udah dingin jadi makin dingin….bbbrrrrrrrrrrr….

Perlahan namun pasti, atap kamar bocor,  mengancam kasur serta koleksi bantal-bantal penuh jigong. Untungnya ada ember yang masih baru, siap menampung tetes demi tetes air hujan yang jatuh dari atap kamarku.

Perut lapeeerr…….keronchongan mpe dangdoetan, ga ada makanan cuma ada pakaian kotor. Tetep aja ga bisa dimakan.

Ada temen yang nemenin tapi malah tidur duluan, katanya laper juga sih…

Liat jam dinding satu-satunya, udah hampir tengah malem.. uhmm…. lum reda juga. Masih lapeeeer…

Ngemil gula pasir udah, nyicipin garam juga udah.

Lesehan depan kompi mpe kaki kesemutan, belum juga dapet ide mau bikin coretan apa.

. . . still confused. . .and of course . . . i’m starving

hujan, dan hujan lagi….

Dari tadi siang ujan melulu…bonus angin kenceng sama gledek..🙂
Bingung level tinggi neh..boseen
eh..ada temen minjemin modem, sumringah deh. (thanks bro)🙂

jadi bisa buka blog lagi..
Tp dah lama ga bikin coretan, jadi bingung mau nulis apa.
Segudang pemikiran, serasa fresh dikepala tapi macet di keyboard kompi…:(

Modem CDMA 1x, 800 MHz

Lemoot..! Kata yang terlontar ketika kali pertama mencoba berinternet dengan modem yang hanya berjalan pada jaringan CDMA 1x. Wajar saja karena modem tersebut menggunakan jaringan CDMA 1x yang kecepatan maksimalnya hanya 153,6 Kbps. Sangat jauh dibandingkan dengan layanan EVDO yang memungkinkan akses internet lebih cepat dengan kecepatan maksimalnya 3,1 Mbps.

Selain itu, penggunaan modem ini juga terbatas untuk layanan operator CDMA yang berjalan pada frekuensi 800MHz, antara lain; Fren, Flexi, Starone/Jagon dan Esia/Aha. Penggunaan untuk Smart tidak dimungkinkan, karena Smart menggunakan jaringan 1900MHz.

Berdasarkan pengalaman saya, penggunaan modem ini dengan beberapa layanan internet unlimited dari beberapa Operator CDMA tidak begitu memuaskan tetapi sudah cukup kalau hanya untuk browsing, itupun jika koneksi internet tidak terputus. Seringkali saya kesal karena koneksi internet yang tidak stabil, sering putus, dsb.

Dulu, pernah saya memakai layanan internet unlimited/bulan dari Fren dan hasilnya terbilang cukup lumayan untuk akses internet di daerah asal saya. Tetapi setelah saya coba mengakses internet dari kos-kosan saya di Jogja hasilnya mengecewakan. Terlalu sering putus dan kadang tidak ada respon sama sekali. buka situs jejaring sosial macam facebook aja susahnya minta amplop. Tak berselang lama akhirnya saya putuskan untuk menggunakan layanan internet dari Starone(Jagoan). Hari pertama sangat memuaskan, tapi tidak dengan hari-hari berikutnya yang terasa angat lambat koneksinya dan sering putus. Dan atas saran dari kawan, saya ganti menggunakan layanan internet unlimited dari Flexi. Awalnya cukup mengejutkan, karena terbilang cukup cepat dan stabil, bahkan untuk mengakses facebook dan situs yang saya anggap “heavy”, semacam TopGear.uk dsb. Tapi sekali lagi saya kembali dikecewakan karna pada hari berikutnya koneksi internet saya sudah tidak stabil dan sering kali terputus. Sejak saat itu saya tidak lagi menggunakan  modem tersebut dan baru kali ini saya coba lagi tetapi dengan layanan internet dari Aha. Hasilnya tidak jauh berbeda, 11-12 lah..

Sekedar berbagi cerita, dan menjadi motivasi untuk bisa membeli Modem CDMA EVDO Rev.A

 

Mancing Amatiran

mancing1

hasil mancing

Beginilah jadinya kalau lagi demam mancing, hampir tiap hari mancing di pinggiran laut.  seolah tak mau kalah dengan angler senior kami pun nekat pergi memancing. Yah beginilah kalo jadi amatiran, kadang cuma modal nekat saja. Dengan pengetahuan mancing seadanya (belajar bikin simpul dari teman dan internet), teknik mancing yang pas-pasan (belajar dari acara mancing ditipi dan hasil browsing diinternet juga), alat mancing yang digunakan juga seadanya tergantung sama teman yang rela meminjamkan tackle-nya, hehehe…

Kadang kalau lagi beruntung bisa pakai tackle kelas bawah (joran dan reel kelas bawah), nah kalau lagi apes terpaksa pakai tackle kelas bawah sekali (joran tanpa reel) alias paling sederhana dan murah meriah hihihi… Biarpun cuma modal tackle pinjaman dari teman, teman dari teman yang bahkan tidak kenal sama sekali, kami tetap mancing dengan optimis dan rasa percaya diri yang luar biasa dipaksakan.

mancing2

terminal batu bara

Berbekal rasa percaya diri dan niat yang kuat, akhirnya berangkat mancing juga. Mungkin kalau dipikir-pikir sebenernya malu juga sih pakai tackle pinjaman, soalnya kalau lagi asyik-asyiknya mancing tiba-tiba ketemu sama yang punya tackle kan bisa malu abis hehehe…tapi syukurlah hal itu belum pernah terjadi dan semoga tidak akan pernah terjadi. Amiiiin..

mancing3

mancing santai

Pemilihan tempat memancing/fishing spot yang baik ternyata berlaku juga buat para amatiran seperti kami ini. Jangan dibayangkan seperti apa kami memilih spot yang baik, apalagi membayangkan peralatan canggih apa yang kami pakai. Tidak ada peta, kompas apalagi GPS, karena hanya berdasarkan feeling, intuisi dan faktor kenyamanan saja kami memilih spot mancing. Terkadang cenderung asal-asalan dalam menentukan lokasi mancing. Lokasi yang nyaman, strategis, dekat dengan penjual makanan dan minuman, kalau bisa yang teduh, banyak cewe-nya(mancing ikan ga dapat2 ya terpaksa mancing cewe) hahaha….

P. Nusakambangan

P. Nusakambangan

Akhirnya dermaga terminal batubara menjadi spot pilihan untuk mancing kali ini. Lumayan panas, tapi sepadan dengan view pulau Nusakambangan yang eksotis, sunset yang indah, turis lokal yang datang silih berganti, dan pastinya banyak teman-teman mancing senior yang siap berbagi ilmu.

Dua ikan ukuran mini menjadi perolehan mancing kali ini, tidak berkecil hati tapi tidak juga bergembira, yang jelas malu-maluin tapi berkesan dan tetep sok PEDE didokumentasikan dengan kamera ponsel seadanya.

Motto kami :

MANCING ITU TIDAK HARUS DAPAT IKAN, YANG PENTING SENSASINYA!!! hahahahahahahahaha…..

Saran untuk pemancing amatiran lainnya, usahakan bawa bekal konsumsi terutama air minum. Ini sepele tapi penting untuk menghindari dehidrasi.

Berikut rincian pengeluaran biaya untuk mancing di tepi laut tanpa konsumsi:
– sewa tackle : Rp. 0,-/ucapan terima kasih secukupnya,
– mata pancing : Rp. 7.000,-/size 12
– umpan udang hidup : Rp. 3.000,-
– timbel : Rp. 5.000,-/@Rp.500,-

– kili-kili : Rp. 3.000,-
– total biaya : Rp.18.000,-

Berdasarkan pengalaman untuk mata pancing, timbel dan kili-kili bisa digunakan sampai 3 atau 4 kali mancing oleh 2 atau 3 orang pemancing. Dengan demikian untuk biaya mancing berikutnya bisa lebih hemat lagi, hanya perlu Rp.3000,- untuk pembelian umpan udang hidup.

Sedangkan rincian biaya mancing dengan tambahan konsumsi sebagai berikut :
– mendoan 10 pcs : Rp. 6.000,-/@Rp. 600,-
– air mineral 1,5lt 2 pcs : Rp. 5.200,-/@Rp. 2.600,-
– nasi rames untuk lunch : Rp. 6.000,-/porsi
– siomay : Rp. 3.000,-/porsi
– biaya mancing di atas : Rp. 18.000,-
– total biaya : Rp. 38.200,-

»rincian tersebut di atas dibuat dengan asal-asalan dan ngawur sedikit disesuaikan dengan selera penulis.